Jumat, 01 Juni 2018

Dua Tahun

cerita ini adalah perjalanan kami setelah berpisah dua tahun, 2018 adalah tahun yang sangat kami nanti-nantikan untuk bertemu.."harapan kami"

Perpisahan memang selalu menjadi cerita terburuk dalam kehidupan manusia. Terpisah karena di pisahkan Tuhan, Terpisah karena keputusan masing-masing, terpisah karena orang lain, terpisah karena pekerjaan, terpisah karena pendidikan, semua ada alasannya. Tapi tidak semua alasan bisa menjelaskan semuanya.

14 desember 2016, merupakan hari yang sangat-sangat kami nantikan setelah berjuang 4 tahun. salah satu kado yang bisa kami persembahkan untuk orang tua kami yaitu Wisudah. Semua kebahagiaan terpancar dari wajah-wajah kami ketika memakai pakaian wisudah. impikan yang kami nanti-nantikan akhirnya terwujud. "mungkin, itulah kata hati kami".

Kami akhirnya menyadari kebersamaan kami juga harus berakhir disini. perlahan-perlahan dunia kampus berlalu begitu saja. Dunia yang tidak pernah terlintas dalam pikiranku memaksa harus memasukinya, dunia para pesaing yang menghalalkan segalah cara. Waktu terus berjalan salah satu cara agar bisa bersaing yaitu keluar dari zona nyaman. Dengan berbekal Nekat dan Doa pejalananpun di mulai.

Asri, adalah orang yang pertama pergi. berangkat ke Nabire merupakan keputusan yang harus dia ambil. Merantau ke kampung orang demi mencari pekerjaan merupakan keputusan yang tidak mudah. waktu terus berlalu dan kami akhirnya mendapat kabar asri sudah mulai masuk dunia kerja. Pekerjaan yang akan membuat dia menyibukkan dirinya.

Tidak berselang lama dengan keberangkatan Asri, Susi pun harus berangkat ke timika tempat asalnya. Perjuangan selama berbulan-bulan mencari pekerjaan membuahkan hasil. Dunia kerjanyapun dimulai berjuang di kampung orang, berusaha melawan keadaan yang tidak bersahabat merupakan tentangan tersendiri yang harus dia hadapi.

Kepergian Asri dan Susi memberikan motivasi tersendiri buat diriku, keluar dari zona nyaman dan berani mengambil keputusan untuk berangkat. akhirnya aku adalah orang ketiga yang berangkat. Berangkat ke ambon memasuki dunia kerja dan berkenalan dengan orang-orang baru merupakan kesulitan tersediri tapi memberikan pengalaman yang tidak akan terlupakan.

Dan orang keempat yang masi bertahan adalah Ethy. Bertahan di kota kelahiran dan kota yang mempertemukan kami adalah keputusan yang tepat. karena dia adalah salah satu alasan terbesar kami untuk pulang kesana. Salah satu orang yang akan selalu menantikan kami kembali. salah satu orang yang akan selalu menyaksikan kami berjuang dari jauh.

tahun-tahun berlalu, sibuk dengan dunia masing-masing. menyisihkan kerinduan untuk bertemu. berbagai masalahpun mulai datang, masalah yang harus kami selesaikan sendiri. masalah yang hanya bisa kami ceritakan melalui chat singkat.
bertukar kabar melalui chat adalah salah satu cara kami saling merindukan!

kalian tahu ? aku sangat bersyukur punya kalian.

pembahasan kita ketika mulai bercerita di grup, seperti sedang menceritakan kisah dongeng kepada anak kecil. bermimpi tentang seorang pengeran yang berkuda datang menjemput wanitanya. bermimpi kejatuhan uang dari langit, lalu pergi jalan-jalan ke luar negeri. Mimpi yang betul-betul indah dan mimpi yang hanya dapat di mengerti oleh kita sendiri, lalu menertawakannya.
dan kata SEANDAINYA adalah kata penutup untuk membangunkan kita. 


Manado, 02 juni 2018

sedang rindu-rindunya. ^-^


Tidak ada komentar:

Posting Komentar